Thursday, June 15, 2017

Dia yang dalam mimpi


Dia yang dalam mimpiku
Sederhana pada mata
Manis pada senyum
Petah pada lidah
Indah pada jiwa dan tingkah

Dia yang dalam mimpiku
Teguh dan sering meneguhkan
Bercinta dengan tinta dan kata

Dia yang dalam mimpiku
Sujud lama
Doanya tekun

Pun begitu dia masih hidup dalam mimpi

......................................................................................

Luka tiba bila kita jauh dari Pencipta
Dia mencipta kita adil saksama
Mungkin pada ketika ini ada yang tidak serupa






Friday, May 26, 2017

Selamat Tinggal 3

Akhirnya, benar air mata pun menitis. 

Pun begitu, Ramadhan yang datang sedikit mengubati rasa.

Biar saya berteduh pada kasih Tuhan yang tak pernah putus. Menyedarkan, menyelamatkan dan meneguhkan.

Kali ini, moga saya dikurniakan ketenangan yang berpanjangan. Keikhlasan.

Selamat tinggal.

Tuesday, May 2, 2017

Selamat Tinggal 2

Bismillahirrahmanirrahim

Semalam saya menjadi sensitif tiba-tiba ketika berbual dengan ibu. Ibu memang suka provok tetapi saya tahu dia tiada niat selain bergurau. Cuma saat tu saya rasa segala kekuatan yang saya bina dan kesedihan yang saya bendung runtuh tiba-tiba. Maka empangan air mata pun pecah.

Kita akan lebih berterus-terang dengan orang yang kita sayang dan percaya. Begitu halnya saya dengan ibu.

Macam tak percaya, tetapi hari demi hari saya makin menghargai bahawa saya seorang introvert yang ada private space yang luas, sensitif dan sangat observant.

Banyak perkara yang saya lakukan opposite of my character.

...............................

Aku lari lagi
Spontan
Kini aku sedar hatiku berdetak lagi seperti dulu
Tak mungkin akan sama lagi
Aku serahkan takdir pada Ilahi
Tak mungkin aku maju ke hadapan
Aku yakin Allah ingin menjagaku
Yang disukai mungkin tidak baik untuk agamaku
Mungkin aku tak mampu menanggungnya kelak

Aku lari lagi
Spontan

...........................................

Setiap hari saya ingin mengucapkan Selamat Tinggal. Melupakan apa yang terjadi. Sebelum air mata menitis lagi.

Moga saya seteguh dulu untuk menyekanya.

Ketika kaki saya melangkah pergi 10 tahun lalu, kasih Allah yang maha luas mengubati dan memenuhi rasa. Moga kali ini saya sekuat itu.

Monday, May 1, 2017

More than exist rant



My previous on call rant, clearly showed I'm in an emotional instability. Initially, decided to delete it. However, I think the feeling of struggle and perseverance should be appreciated. Especially the instability cause by something big for me. At least, transiently.

Well, let's move on. I have a better life and really can't take to linger around the heart-feeling emotional. I get occupied. Nevertheless, it is actually help me to clearly see what I really want in my life. Who do I want to share it with. I may smile and laugh, but my love, you can't really judge!

I'm going to rant on few things.

I realised.

To be more than exist.This phrase really hit me these days. These days I have sort of insomnia. I've been thinking too much.

To be more than exist. More than just pray and hold your ID as a muslim.

Our vision should be shared. Especially when thinking on starting a family. These days I started to be more frank and open up. Age factor may be. I took things seriously actually since my teenage time. It is already in trait.

To be honest, if I were to start a family, I really hope it is just more than exist. More than a father and a mother fell in love and decided to commit to each other. Why I used the words mother and father instead husband and wife, because for me, family is about building up generations. There are principles to uphold but in the same time, this little institution provide the support, love and all strength that you need in turning your vision into reality.

I wish I could share all of this with my partner and little members in the family. I wish to share the 'more than exist' and received back all the strength that I need.

Well, this is how I define, "more then exist" and "blissful sharing".

ps: Thanks. I hope I can be bold and move forward but it seems that I'm running away. :') It's okey dear self. May be for me, it will work in a different path. To Him I submitted myself. Tawakkal ala Allah.

Thursday, April 27, 2017

On Call rant

0830: May be it just me. Been thinking too much.
Ya Allah hold my heart.

1500: His love is beyond anything. He will take care of me, my heart. I'm blessed with sensitive heart, so I can be empathy. It's expensive, it's part of His plan. Hold my heart ya rabb.

Saturday, April 22, 2017

Keep going!

Nescafe at TH Hotel Souq Restaurant, macam Ustazah Effat punya nescaffe. Terbaik!

Fight the battle!
Sometimes sips of coffee will help.

I try to stop my caffeine intake since I have fine tremors and sometimes palpitation even upon rest.
Mind you my ECG, TFT normal. 
Unfortunately in those hard time, I crave for it. 
I don't have sweet tooth anyway.
I love coffee, less sweet. 

Sincere advise for myself.
Be strong as you always do!
Focus!

Don't run away. Anyway you are leaving in August. But don't run away.

I know you are afraid of what is untold. 
You don't want to be hurt. 
Again, as what you've said before. 

"Sedikit lebih."
Doesn't it makes you one step closer to Allah?

Actually I'm planning for a bigger run away...to Makkah and Madinah. May Allah granted!

Friday, April 21, 2017

Ucap Selamat Tinggal

Aku tak ingin pun mendaki tetapi kerana teman, aku gagahi. Namun, tak di setiap detik liku hidup kita punya teman.




Tak dapatku lelapkan mata
Sekalipun berat mata ini
Tak mahu pula ia beradu
Bingkas bangkit dan menulis

Berdebar-debar hatiku ini
Rasanya caffein aku teguk sudah berbelas jam lamanya
Jauh di sudut hati
Aku tahu kenapa

Lebih 10 tahun lalu
Aku pernah begini
Berkarang-karang surat aku tulis
Untuk diri
Supaya teguh dan bertahan
Hari demi hari
Pernah aku rasa kalah dan menitiskan air mata
Namun kini aku bersyukur atas kekalahan itu
Adakah peristiwa berulang kembali?

Pada siapa mampu aku bersuara
Jika tidak pada Tuhan Yang Maha Tahu segala

Inginku aku
Tapi berasa tak mampu
Sekejap aku kata ya
Dalam sesaat menjadi tidak, 
Sesaat lagi aku mula tak ingin ambil peduli

Namun akhirnya aku begini
Menjadi pungguk yang tidak merindukan sesiapa
Setia meniti jalan ini
Yang telah Dia lukiskan buatku

Saat aku letih dengan teka-teki
Dengan mudah aku berkata
"Selamat Tinggal!"
Izinkan aku menjalani hidup juangku
Tanpa menyakiti sesiapa pun
Termasuk diriku

-Bushro
1233am

Telah aku ucap Selamat Tinggal minggu lalu.
Mungkinkah aku terlalu takut?