Wednesday, April 7, 2021

For an aching heart



I know He is there, always be there.


8/4/21
Alor Setar
Post vaccine fever

Saturday, January 23, 2021

Terbang Tinggi


google


Jiwa orang beriman umpama burung terbang tinggi di angkasa. Semakin tinggi, semakin kecil dunia kelihatan. Tiada nilai. Namun dunia tempat ujian. Keindahannya kadang-kala memanggil-manggil. Saat iman terbang merendah menghina diri, kita disambar pemangsa. Adakala tak mampu terbang lagi.

Aku rasa, sudah terlalu lama jiwaku dibiar lena kerendahan. Hingga ukuran kebahagian, hanya sebatas empat dinding yang kosong. Lalu ditanya kenapa jiwa rasa terkurung? Ada waktunya, bahagia disimpan pada bibir dan mata manusia. Mata dan bibir yang juga tak miliki bahagia. Ini semua kerendahan yang tak dimiliki jiwa yang terbang.

Aku tertanya-tanya, kenapa Allah campakkan rasa ini kepada aku? Kenapa tidak aku akur saja pada kerendahan ini dan jalani hidup serperti biasa? Aku sering bertanya soalan-soalan yang aku tahu jawapannya. Cuma aku lupa. 

Saat air mata tumpah menangisi kerendahan jiwa, aku sedar di sana ada rahmat Allah yang tak pernah luput. Ia air mata yang sama, yang tumpah pada 2 pagi 28 Ramadhan di Masjid Salam, Hayyu Asyir. Ia air mata yang membawa sekeping jiwa merasa nikmatnya bebas berkelana, terbang tinggi. Ia air mata kerinduan pada hakikat. Pada keluasan rahmat yang tak terkira.

Jiwa seorang Mukmin itu, tenang. Tenang menjalani tugas sebagai khalifah di siangnya dan hamba merintih Tuhannya di malam hadi. Tuhan Yang Maha Luas Pemberiannya, Dialah yang membolak-balikkan sekeping hati. 

Moga jiwaku bisa terbang tinggi.


Amirah AJ

Alor Setar